Hilang Untuk Sementara

 

                                                                           Hilang  Untuk  Sementara

Di sebuah rumah yang cukup besar, terlihat seorang gadis kecil berumur 5 tahun yang sedang melompat-lompat karna saking senangnya Ia diajak pergi ke mall, ini adalah kali pertama bagi anak itu menginjakkan kakinya di sebuah gedung berlantai (5) dengan berbagai toko dan banyak hal lain yang sudah tersedia di dalam sana. “Naia ingat kata mama jangan sampai menghilang!” peringat sang mama pada putri kecilnya.                                                                                                                              “Siap mama” gadis yang di panggil nama Naia itu meletakkan tangannya di atas kepala layaknya seorang yang sedang memberi hormat,sang mama tersenyum melihat tingkah anak semata wayangnya itu.  Ibu dan anak itu berjalan mengutari gedung yang sangat luas itu. Banyak sekali toko-toko yang sudah ia lewati mulai dari berbagai toko tas dan sepatu,toko baju,toko makanan dan minuman dan juga ada toko boneka.                                                                                                                                                                                                                                           Gadis itu terpaku melihat sebuah boneka yang sangat besar dan lucu di matanya. “Hai sarah, hai naia gimana kabarnya?” Seorang perempuan yang mungkin sepantaran dengan ibunya itu menyapa mereka.”Baik kok, kalau dengan kamu sendiri gimana kabarnya! Udah lama gak kerumah?” Tanya sarah pada rani sahabatnya yang masih kecil dulu. Pandangan naia mengarah pada boneka yang tadi sempat dilihat olehnya terpajang rapi disan.”Ma-mama, pengen boneka yang itu!” Ujar naia tangan mungil itu menarik ujung baju yang di kenakan oleh sang ibu. “Bentar dulu sayang” Ucap sarah.   Karna terlalu lama menunggu mamanya yang terus saja berbincang dengan sahabat lamanya, “Mama,mama,mama!” Sarah tak kunjung menggubris teriakan naia. Gadis itu melangkah sendiri ke arah kumpulan boneka yang berjajar rapi di sana, dengan kaki mungilnya yang terus terayun mendekati boneka itu matanya mengerjap menatap penuh binar kearah deretan boneka mulai dari ukuran kecil hingga ukuran yang besar sekalipun. Sedangkan sarah dan rani saking enaknya bercerita tak menyadari bahwa putri kecil itu sudah tidak  ada disampingnya. “Ayo kita makan dulu,ajak naia.kita makan bareng anak aku juga ada disana” Rani menunjuk salah satu cafe yang ada di mall, letak cafe itu tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang.” Tidak usah mungkin lain kali saja aku bermain, untuk sekarang tidak”. Tolak sarah dengan halus “ Sayang sekali , ya sudah tak apa, nanti aku tunggu kedatanganmu dirumah oke!”. “Oke”, “Ayo sayang “ sarah terperangah karna tidak mendapat naia disampingnya, Ia kehilangan anaknya.Ia sudah lalai menjaga anak semata wayangnya itu “Naia” sarah mencoba tenang agar ia bisa tetap berfikir dengan jernih. –kemana anakku pergi- batin sarah.”ada anak kecil di sana,kayaknya dia tersesat,soalnya dia kayak gak tau arah gitu”, “kasian ya,dimana ibunya.kasian anak semungil itu ditinggal sendirian di mall sebesar ini” perbincangan antara dua orang yang baru saja lewat di dekatnya membuat hatinya menjadi semakin gusar.  Sarah hendak pergi meninggalkan tempat yang sedari tadi ia tempati,untuk mencari sang anak, tapi kemudian sebuah suara membuat langkahnya terhenti, karna mendengar suara yang begitu sangat ia kenali. “Mama,mama” panggil seorang anak,sarah menoleh tapi harapannya pupus karena itu bukn anaknya melainkan anak orang lain yang terus merengek entah mau apa. Sarah kembali melanjutkan langkah yang tadi sempat terhenti, tapi kemudian langkahnya kembali terhenti karena ada sebuah tangan kecil yang memeluk kakinya,sarah berbalik dan mendapat pandangan yang indah. Naia kembali. Tanpa berfikir panjang sarah memeluk naia dengan erat takut anaknya itu kembali hilang.” Sayang , kamu kemana aja, mama cariin kamu” mata sarah berkaca-kaca.   “ Mama , naia pengen ke toko boneka itu tapi mama malah sibuk bicara sama tante itu”. Gerutu naia seraya memanyunkan bibir mungilnya. “ iya maafin mama ya sayang, mama salah,” ucap sarah menyesal dengan perbuatannya tadi “ iya naia maafin, tapi nai pengen boneka itu” ucap naia “ naia pengen boneka,” anak itu mengangguk “ yaudah ayo kesana,tapi ingat, tetap pegang tangan mama jangan ngilang lagi kayak barusan,oke” peringat sarah. Naia mengangguk, lalu mereka melangkah ke arah toko boneka yang tadi sempat naia datangi.        

 

Komentar